Sabtu, 23 April 2011

Persoalan Ekonomi Indonesia

Di  Indonesia persoalan ekonomi merupakan isu yang sangan penting karena dapat mempengaruhi seluruh kegiatan masyarakat. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan inflasi , defisit anggaran pemerintah dan utang nasional, penawaran uang, bank dan keuangan internasional, dan masalah energi.
  1. Pertumbuhan Ekonomi
Semakin baik pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka secara makro kondisi perekonomian Indonesia pun akan semakin baik. Namun, pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif yang paling disoroti adalah inflasi dan polusi. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal serta menekan dampak negatif yang diakibatkannya seminimal mungkin.
  1. Kemiskinan
Garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemepuan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Melalui pendekatan sosial masih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga indikator pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran
  1. Pengangguran dan Inflasi
Pemerintah terus berupaya untuk menekan tingkat pengangguran dan tingkat inflasi agar tetep berada pada level yang wajar. Tingkat yang wajar maksudnya tingkat dimana dapat tercipta kestabilan ekonomi.
  1. Defisit Anggaran Pemerintah dan Utang Nasional
Pemerintah harus merumuskan kebujakan fiskal yang lebih baik untuk pembiayaan aktivitas pembangunan, mengingat utang negara pada saat ini sudah semakin tinggi.
  1. Penawaran Uang, Bank, dan Keuangan Internasional
Bank Indonesia terus berupaya menciptakan stabilitas sistem moneter.
  1. Energi
Energi penting bagi suatu industri, baik industri nasional maupun internasional.




Alam S.2007.Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X.Jakarta:Penerbit Erlangga

Pelaku-pelaku Utama dalam Perekonomian Indonesia


 Baik masyarakat maupun pemerintah Indonesia mempunyai peran dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi keraktyatan juga menuntut semua pihak yang berkecimpung dalam perekonomian Indonesia untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan utama ekonomi kerakyatan. Pihak-pihak yang terlibat dalam perekonomia Indonesia dapat digolongkan menjadi empat pelaku utama, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri. Msing-masing pelaku ekonomi tersebut dapat berperan sebagai peleku produksi maupun peleku konsumsi.
1.      Rumah Tangga
Rumah tangga adalah unit terkecil dalam perekonomian Indonesia. Rumah tangga pada umumnya terdiri dari suami, istri, anak, dan anggota keluarga lain. Di dalam rumah tangga terdapat pelaku produksi dan pelaku konsumsi. Selaku pelaku produksi, rumah tangga menyediakan tenaga kerja dan modal dalam perekonomian Indonesia. Rumah tangga juga merupakan pelaku konsumsi. Setiap kali suatu rumah tangga membelanjakan penghasilannya untuk membelikan barang dan jasa, ini berarti rumah tangga tersebut sedang berperan selaku palaku konsumsi.
2.      Perusahaan
Perusahaan adalah tempat dimana sumber daya yang tersedia digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Dari sini jelas terlihat bahwa perusahaan merupakan faktor pelaku produksi karena tujuan utama dibentuknya perusahaan adalah untuk menghasilkan laba dengan memproduksikan barang atau jasa. Ini membuat perusahaan sebagai pelaku produksi yang penting dalam perekonomian Indonesia. Perusahaan juga berperan selaku pelaku konsumsi. Ini sebabnya karena perusahaan juga membutuhkan antara lain bahan baku dan tenaga kerja.
3.      Pemerintah
Pemerintah memainkan paran yang amat pentingdalam kehidupan perekonomian kita.  Selain sebagaqi pelaku ekonomi, pemerintah jiga berparan sebagai pengatur perekonomian nasional. Sebagai pelaku produksi pemerintah menanamkan berbagai investasi untuk menghsilkan barang atau jasa lebih lanjut. Sebagai pengatur ekonomi, pemerintah bertugas menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan-kabijakan seperti kebijakan fiskal dan pajak.

4.      Masyarakat Luar Negeri
Peran masyarakat luar negeri semakin penting seiring dengan globalisasi perekonomian dunia. Salah satu contoh peran masyarakat luar negeri adalah kegiatan ekpor-impor Indonesia. Kegiatan ekspor Indonesia menghasilkan devisa yang besar untuk pemasukan negara. Kegiatan impor Indonesia membantu negara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.


Alam S.2007.Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X.Jakarta:Penerbit Erlangga